
Didalam Indikator PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat salah satu indikator dari total 13 indikator PHBS yang dilaksanakan terutama untuk mencegah penyakit menular seperti DBD yaitu indikator memberantas jentik di rumah yang efektif untuk mengendalikan penyebaran penyakit DBD. Berdasarkan data puskesmas moyudan perkembangan kasus DBD pada tahun 2019 hingga 2022 adalah sebagai berikut ini :

Dari grafik tersebut diketahui bahwa kejadian DBD tahun 2019 adalah 12 kasus, meningkat di tahun 2020 16 kasus, menurun drastic di 2021 2 kasus, dan meningkat drastic di 2022 menjadi 34 kasus. Berdasarkan data tersebut, berbagai cara perlu dilakukan untuk mencegah penularan DBD untuk mengendalikan penyakit tersebut. Diantara yang bisa dilakukan adalah pemantauan jentik nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk, abatisasi, fogging, dan lain – lain.
Oleh karena itu pada hari senin, 26 desember 2022, dilaksanakan pemantauan jentik nyamuk di salah satu institusi di Kapanewon Moyudan. Petugas yang berangkat adalah ikarina chrisjanie dan asti wulandari yang melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di institusi kapanewon moyudan. Dengan diikuti kegiatan yang bisa menanggulangi DBD yaitu dengan meningkatkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) seperti penggunaan air bersih, pemberantasan jentik nyamuk, dan pengelolaan sampah rumah tangga.
0 Comments