Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya
Semakin meningkatnya penderita HIV-AIDS di lingkungan masyarakat, serta minimnya tingkat pengetahuan masyarakat akan HIV-AIDS mendorong Tim HIV/AIDS Puskesmas Moyudan bersama seksi promkes melakukan kegiatan peringatan Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2016. Kegiatan tersebut berupa pemutaran vidio tentang HIV/AIDS,Posterisasi ke institusi kerja dan institusi pendidikan, pembagian leaflet tentang HIV-AIDS kepada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Moyudan pada Jumat 1 Desember 2016 sebagai daya tariknya Puskesmas Moyudan membagikan souvenir serta bonus doorprize bagi pasien yang bisa menjawab pertanyaan dari Tim HIV AIDS seputar tpenyakit HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap penyakit HIV/AIDS, karena siapapun dapat berisiko terinfeksi HIV AIDS.

Posterisasi yang dilakukan di institusi tempat kerja (kecamatan, kelurahan) dan institusi pendidikan (SMA/SMK) di wilayah Moyudan merupakan salah satu kegiatan penyebar luasan informasi tentang HIV-AIDS secara benar. Institusi pendidikan penting untuk disosialisasikan HIV AIDS karena semakin meningkatnya pergaulan seks bebas pada remaja. Hasil survei yang dilakukan oleh Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementrian Kesehatan, (Kemenkes) pada Oktober 2013. sekitar 62,7% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks di luar nikah 20% dari 94.270 perempuan yang mengalami hamil di luar nikah juga berasal dari kelompok usia remaja dan 21% diantaranya pernah melakukan aborsi. Lalu pada kasus terinfeksi HIV dalam rentang 3 bulan sebanyak 10.203 kasus, 30% penderitanya berusia remaja.

Kegiatan ini merupakan salah satu promosi kesehatan kepada masyarakat bahwa Puskesmas Moyudan melayani pemerikasan/ test HIV sejak bulan Mei 2016. Semua hasil test mutlak dijaga kerahasiannya. Pemeriksaan HIV ini tidak dipungut biaya (Gratis) bagi semua orang yang memiliki resiko terkena infeksi HIV. Orang yang berisiko tertular HIV/AIDS diantaranya mereka yang pernah berhubungan seksual dengan pasangan yang tidak diketahui status HIVnya, pernah menggunakan jarum suntik bergantian atau tidak steril (narkoba suntik, tatto, tindik), pernah menerima transfusi darah tanpa screening dan ibu hamil. Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak, akan tetapi seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Salah satu cara untuk menentukan HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui KT HIV.
Menurut data Kemenkes, sejak tahun 2005 sampai September 2015, terdapat kasus HIV sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan tes HIV. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus) dan Jawa Tengah (12.267 kasus).
Test HIV memiliki beberapa keuntungan diantaranya pertama bila terinfeksi HIV, pasien dapat mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sebelum gejala muncul, yang secara potensial dapat memperpanjang hidup selama beberapa tahun. Kedua, bila tahu terinfeksi HIV paien dapat mengambil kewaspadaan untuk mencegah penyebaran HIV kepada orang lain. Setelah menerima leaflet dan informasi tersebut di harapkan masyarakat akan waspada terhadap penyakit HIV AIDS dan bagi mereka yang berisiko akan segera melakukan pemeriksaan KT HIV di Puskesmas Moyudan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program P2 (Penanggulangan Penyakit) dalam hal ini penyakit menular. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penjaringan terhadap penyakit menular agar dapat segera ditindak lanjuti dan tidak menyebar luas penularannya. Kegiatan memperingati hari AIDS sedunia ini dirasa cukup membantu dalam upaya promosi dan meningkatkan pencegahan penularan HIV AIDS di kalangan masyarakat. Pesan dalam kegiatan peringatan HIV AIDS 1 Desember 2016 ini adalah “Jauhi Penyakitnya bukan Orangnya”.
0 Comments