Kecamatan Moyudan untuk kesekian kalinya mengikuti lomba Desa Unggulan tahun 2017 yang jatuh pada Selasa, 4 April 2017. Desa yang diwakilkan dalam perlombaan ini Desa Sumbersari. Adapun beberapa lomba tersebut antara lain Lomba Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Lomba Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Akupresur, Hatinya PKK, Keterpaduan Posyandu, PAUD, SDIDTK, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluaga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Simulasi. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh seluruh masyarakat bersama pemerintah desa lintas sektor terkait seperti Pokja I, Pokja II, Pokja III dan Pokja IV. Adapun dusun sampel yang mewakili perlombaan Lomba PHBS dan LBS (Dusun Menulis), TOGA dan Hatinya PKK (Dusun Nasri), Simulasi PKDRT, BKL (Dusun Ngaglik), Keterpaduan Posyandu, PAUD, SDIDTK (Dusun Tumut), BKR (Dusun Gesikan).
Puskesmas Moyudan dalam hal ini terlibat dalam upaya pembinaan PHBS, LBS, Toga dan akupresur, Keterpaduan Posyandu, PAUD, SDIDTK. Berbagai persiapan secara administrasi, kesekertariatan, notulen, inventaris, kegiatan dan lain-lain telah dilakukan dalam pendampingan menghadapi lomba Desa Unggulan tersebut. Juri yang menilai pada perlombaan tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Sleman, Tim PKK Kabupaten Sleman dan SKPD di Kabupaten Sleman. Ibu Kepala Bupati Sleman Dra. H. Kustini ikut terjun langsung dalam penilaian lomba tersebut ke dusun-dusun sampel. Juri datang pada pukul 11.00 WIB setelah sebelumnya melakukan penilaian di Kecamatan Minggir. Kedatangan Juri disambut di Balai Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan. Setelah acara penyambutan di Desa selesai juri masing-masing perlombaan langsung mendatangi lokasi dusun sampel untuk melakukan penilaian lomba. Kedatangan juri disambut dengan berbagai kesenian daerah setempat seperti karawitan, bergodo, gejug lesung, paduan suara. Setelah selesai melakukan penilaian di Dusun seluruh juri kembali berkumpul lagi di Joglo Hanggar Tani Ngaglik Sumbersari.
Apresiasi diberikan kepada masyarakat Desa Sumbersari, karena sudah memanfaatkan lahannya untuk menanam toga, melakukan pembinaan terhadap kelompok BKB, BKL, BKR dan kegiatan posyandu yang sudah berjalan di dusun-dusun. Lomba ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat supaya membiasakan hidup bersih dan sehat”.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *