Stunting masuk dalam kegiatan prioritas nasional, disamping AKI/AKB, PTM. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjabarkan enam kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan pada 2021 yang kemudian disebut sebagai Program Nasional. Enam program prioritas mengacu pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan kesehatan ibu dan anak yang difokuskan pada penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kemudian percepatan perbaikan gizi masyarakat termasuk pencegahan stunting. Lalu peningkatan pengendalian penyakit seperti Tuberkulosis (TB), Coronavirus Disease (Covid-19), serta penguatan health security untuk penanganan pandemi. Selanjutnya penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Serta prioritas terakhir yaitu peningkatan sistem kesehatan nasional termasuk alat kesehatan dan mutu layanan kesehatan, pemenuhan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan. Selain itu ketersedian alat kesehatan dan obat yang bermutu dan terjangkau. Kemudian penanganan dan pengurangan resiko krisis kesehatan. Dengan dukungan pagu anggaran, Menteri Terawan berharap prioritas kegiatan tersebut dapat terwujud sebagai investasi untuk pembangunan SDM yang unggul dan sehat.

Pencegahan stunting dilakukan bersama-sama, dari kegiatan stunting sebagai langkah awal untuk menyelesaikan masalah stunting secara terpadu. Pencegahan stunting dapat dilakukan sedini mungkin mulai dari remaja, caten, ibu hamil, ibu nifas, bayi hingga menjadi remaja kembali.

Lebih rinci mengenai stunting di moyudan bisa dilihat dalam grafik berikut :

Gambar : grafik stunting moyudan dari petugas gizi puskesmas moyudan

                                                                                                                                                                       

Berdasarkan data diatas jumlah N adalah 1504, stunting 149, normal 1348, tinggi 4

Dengan data seperti ini, maka perlu dilaksanakan upaya percepatan penurunan stunting yang bisa dilakukan di 1000 HPK yaitu :

  1. Sebelum Hamil

Remaja, Calon Pengantin, skrening anemia, pemberia tablet tambah

Darah.

  1. Saat hamil

Tablet tambah darah, ANC terpadu, sistem rujukan, program Perencanaan Persalinan, PMT untuk  bumil KEK

  1. Setelah lahir ( sampai dengan 2 tahun)

SDIDTK di posyandu, Vaksinasi, PMT, ASI eksklusif, Vit A, Pemanfaatan Buku     KIA

Sedangkan faktor determinan yang ditemukan di kapanewon moyudan adalah :

  1. Merokok
  2. Tidak Punya JKN
  3. Riwayat BBLR
  4. Riwayat IBU KEK
  5. Tidak  Asi ekslusif

Oleh sebab itu diantara yang bisa dilakukan oleh puskesmas adalah :

  1. Validasi data
  2. Penguatan Posyandu
  3. Rintisan posyandu Remaja di dusun tumut
  4. Pemeriksaan/Skrening HB pada Anak sekolah dan Remaja
  5. Pemeberian tablet Tambah darah
  6. Pemberian Iodium
  7. Pemberian Vitamin A
  8. Kunjungan rumah/PHN/PISPK
  9. Klinik Gizi

Lebih detail terkait penanganan stunting di moyudan adalah dengan melakukan hal hal sebagai berikut :

       REMAJA

  1. PUSKESMAS

     –     Pembagian tablet tambah darah pada remaja putri melalui posyandu dan lewat kader kesehatan setempat.

  • Skrining antropometri dan anemia di sekolah
  • Dilakukan pengukuran BB,TB,Lila, serta pengecekan darah/Hb untuk mengetahui status gizi dan status anemia.
  • Skrining kesehatan remaja (SD-SMP) dengan aplikasi MOBSCREEN (UKS)

            –      Skrining anemia-talasemia

  1. MASYARAKAT/POSYANDU

     –   dibentuk posyandu remaja di dusun percontohan (Tumut, Kembangan 1)

     –  Penyuluhan : dilaksanakan saat sosialisasi posyandu remaja dan pembentukan posyandu remaja.

  1. CATEN
  2. PUSKESMAS

               Pemeriksaan kesehatan caten : terintegrasi antar poli

Laboratorium     : Pemeriksaan Hb dan cek kesehatan

Psikolog               : Konseling berkaitan kesiapan mental kedepan

KIA                         : Caten akan dilakukan pemeriksaan terkait dengan   kesehatan reproduksi dan suntik TT

GIZI                        : Dilakukan konseling gigi terkait status gizi klien, missal

  status gizi kurus atau Hb dibawah normal (Anemia)

GIGI                       : Pemeriksaan kesehatan gigi caten

BP umum             : Caten akan dilayani dokter untuk pemeriksaan sekaligus   pemberian surat keterangan

Penyuluhan caten di KUA

              Vaksin TT

  1. MASYARAKAT

       Skrining dan pendampingan untuk calon pengantin dengan aplikasi “Elsimil” (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) oleh petugas pendamping wilayah setempat, untuk melakukan deteksi dini terhadap kesehatan calon pengantin untuk mitigasi resiko melahirkan bayi stanting.

 

  1. IBU HAMIL
  2. PUSKESMAS

      ANC terpadu di puskesmas, Laboratorium, KIA, Gizi, Psikolog, BPU, Poli Gigi, Pemeriksaan KIA, skrining resiko tinggi, Memasukkan semua data ke SIMKIA, Pemetaan bumil risti, Kunjungan bumil risti, Kelas ibu hamil, Pertemuan jejaring, Pendataan bumil, Pembinaan dukun, Vaksin TT, Pemanfaatan buku KIA, Pemberian PMT pada bumil, Pemeriksaan antigen sebelum melahirkan

  1. POSYANDU

Klarifikasi data ibu hamil dengan kader

  1. MASYARAKAT

PHN bumil risti bersama kader, Pendampingan bumil risti (TPK), Penempelan stiker P4K, Persiapan ambulans desa, Donor darah sukarela

 

 

  1. IBU NIFAS
  2. PUSKESMAS

Pemantauan nifas mulai dari 6 jam sampai 42 hari, KIE KB Pasca salin, Pemberian table Fe dan Vitamin A, KIE Pemberian ASI Eksklusif

  1. MASYARAKAT

   Bekerjasama dengan kader untuk pemantauan nifas

  1. POSYANDU

Pendataan ASI Eksklusif

Kader balita

  1. BAYI
  2. PUSKESMAS

Imunisasi/vaksinasiPemberian PMTPelatihan kader PMBAEdukasi Pembuatan MPASI pada ibu balitaPemberian Vitamin A dan obat cacing

  1. POSYANDU

      Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan di Posyandu, Pemanfaatan buku KIA di Posyandu, Pemberian PMT

 


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *