Penulis : Septiyan Adhi Prakoso, M.Psi, Psikolog (Psikolog Puskesmas Moyudan)

Dalam masyarakat kita, utamanya sebagai warganegara Indonesia, peran seorang ayah dalam keluarga sangat penting. Ayah tidak hanya bertanggung jawab sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang memberikan dukungan emosional dan mendidik anak-anaknya. Sayangnya, ada situasi di mana anak-anak harus tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah dalam kehidupan mereka, yang bisa terjadi karena berbagai alasan. Artikel ini akan membahas dampak dari kehilangan ayah pada anak-anak,
Dampak yang terjadi pada anak ketika kehilangan keberadaan ayah adalah,
- Bermasalah Secara Psikologis
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa ayah cenderung rentan mengalami masalah psikologis dan berdampak pada rendahnya harga diri (selfesteem), adanya perasaan marah (anger), malu (shame) karena berbeda dengan anak-anak lain dan tidak dapat mengalami pengalaman kebersamaan dengan seorang ayah yang dirasakan anak-anak lainnya. Kehilangan peran ayah juga menyebabkan seorang anak akan merasakan kesepian (loneliness), kecemburuan (envy), selain kedukaan (grief) dan kehilangan (lost) yang amat sangat, yang disertai pula oleh rendahnya kontrol diri (selfcontrol), inisiatif, keberanian mengambil resiko (risk taking), dan psychology well-being, serta kecenderungan memiliki neurotik
- Perkembangan Sosial
Kehilangan ayah juga dapat memengaruhi perkembangan sosial anak. Anak-anak ini cnderung akan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan berkomunikasi dengan teman sebaya, minder merasa tidak nyaman dalam situasi social, memiliki rasa percaya diri yang rendah dan kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain.
- Pendidikan
Kehilangan ayah juga dapat berdampak negatif pada prestasi akademik anak. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa ayah cenderung memiliki tingkat kelulusan yang lebih rendah dan lebih mungkin untuk melakukan perilaku yang mengganggu di sekolah. Kurangnya dukungan dan bimbingan dari seorang ayah dapat membuat mereka kurang termotivasi untuk berprestasi secara akademik. Anak-anak sering merasa kurang termotivasi dari pihak yang paling dekat dengan dirinya sehingga kebutuhan prestasi khususnya disekolah tidak begitu diperhatikan sehingga mengalami penurunan.
- Perkembangan Identitas
Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah perkembangan identitas anak yang tumbuh tanpa ayah. Mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam memahami siapa mereka sebenarnya dan bagaimana mereka berhubungan dengan peran gender yang berbeda. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan mereka sebagai individu yang dewasa.
- Keberhasilan dalam Hidup
Anak-anak yang tumbuh tanpa ayah juga dapat menghadapi kesulitan dalam mencapai keberhasilan dalam hidup mereka. Karena kurangnya dukungan dan panduan dari seorang ayah, mereka mungkin merasa tidak memiliki arah dalam hidup mereka. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan mereka untuk mencapai tujuan dan mengatasi hambatan yang muncul.
Kesimpulan
Kehilangan seorang ayah dalam kehidupan seorang anak dapat memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupannya, termasuk aspek psikologis, sosial, pendidikan, identitas, dan keberhasilan dalam hidup. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk memberikan dukungan ekstra kepada anak-anak yang tumbuh tanpa ayah, baik melalui dukungan keluarga, pendidikan, atau sumber daya komunitas. Dengan begitu, kita dapat membantu anak-anak ini mengatasi tantangan yang mereka hadapi dan mencapai potensi penuh mereka, meskipun kehilangan yang mereka alami.
Dalam rangka menciptakan masyarakat yang lebih baik, kita harus lebih peduli terhadap anak-anak yang tumbuh tanpa ayah, memberikan mereka dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, serta membantu mereka mengatasi hambatan yang mungkin timbul dalam perjalanan mereka menuju kedewasaan.
Sumber :
Sundari, A.R., Herdajani, F, 2013, Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Psikologis Anak (Abstrak)
Fitroh, S.F. “Dampak Fatherless Terhadap Prestasi Anak”, Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, Volume 1, Nomor 2, Oktober 2014, hal 76-146
photo by : alazharpekalongan.sch.id
0 Comments